Baca Juga: 425 Dhuafa di Kota Baubau Terima Paket Sembako
Nasruddin, ayah Rizkil Watoni, menyampaikan perasaan terpukul atas peristiwa ini. Ia menyatakan bahwa anaknya bukan pelaku pencurian, melainkan korban tekanan mental.
"Anak kami tidak bunuh diri, tapi dibunuh mentalnya oleh oknum aparat itu," ujar Nasruddin, seperti dikutip dari Tribunnews, Jumat (21/3/2025).
Nasruddin menjelaskan bahwa kasus dugaan pencurian telah diselesaikan dengan damai. Keluarga bahkan telah menyerahkan uang Rp 2 juta sebagai bentuk perdamaian. Namun, tekanan dari oknum aparat diduga membuat Rizkil mengalami depresi berat.
Menurut Nasruddin, anaknya sempat menceritakan bahwa ia diminta menyerahkan uang Rp 15 juta agar kasusnya dihentikan. Permintaan itu kemudian meningkat menjadi Rp 90 juta atau ancaman hukuman penjara tujuh tahun.
