Terkait sistem pembelajaran, pemerintah menyebut metode Pembelajaran Jarak Jauh akan diterapkan secara selektif dengan mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran. Untuk mata pelajaran yang bersifat praktikum, kegiatan belajar mengajar tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka guna menjaga kualitas pendidikan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji sejumlah isu strategis lain yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan kebijakan ini. Salah satu yang menjadi perhatian adalah distribusi Program Makan Bergizi Gratis serta pembiayaan akses internet bagi siswa selama proses belajar dari rumah berlangsung.

Di sisi lain, kebijakan efisiensi energi tidak hanya menyasar sektor pendidikan. Pemerintah juga menyiapkan langkah lintas instansi, seperti penerapan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara, optimalisasi platform digital, serta pembatasan perjalanan dinas untuk mengurangi konsumsi energi secara menyeluruh.

"Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal," ucap Pratikno.

Baca Juga: Jadwal Usulan CPNS dan PPPK 2026 Diperpanjang dan Daerah Diminta Maksimalkan Kebutuhan ASN, Ini Alasannya