Namun, bagi masyarakat Palestina, istilah tersebut memiliki konotasi berbeda, mengingat tragedi di kamp pengungsi Sabra di Lebanon pada tahun 1982, di mana ratusan warga Palestina dibantai oleh milisi sayap kanan Lebanon dengan pengawasan pasukan Israel.

Menanggapi kritik tersebut, Marvel memutuskan untuk menulis ulang karakter Sabra dalam film ini. Produser Nate Moore menyatakan bahwa Ruth Bat-Seraph kini digambarkan sebagai penasihat keamanan pemerintah AS yang dilatih oleh Black Widow, menghilangkan latar belakang dan alur cerita Israelnya.

Baca Juga: Respons Indonesia Usai Mahkamah Internasional Sahkan Serangan Israel ke Palestina Bentuk Penjajahan, Netanyahu di Ujung Tanduk?

Meskipun demikian, perubahan ini tidak meredakan kemarahan para aktivis pro-Palestina yang menilai bahwa kehadiran karakter tersebut tetap mendukung narasi pro-Israel.

Selain itu, gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) menyoroti keterlibatan aktris Israel, Shira Haas, dan dugaan dukungan finansial Marvel terhadap militer Israel sebagai alasan tambahan untuk memboikot film ini.