Grup Fantasi Sedarah diketahui memiliki 32.000 anggota sebelum akhirnya menghilang dari platform. Saat berita ini disusun, grup tersebut sudah tidak bisa ditemukan, dan beberapa warganet menyebut grup itu kemungkinan telah berganti nama untuk menghindari pemblokiran atau pelacakan.
Baca Juga: Tak Ada Ampun, Jokowi Tutup Pintu Damai Penggugat Ijazah Palsu
Perubahan nama ini menandakan adanya upaya dari pengelola grup untuk terus mempertahankan aktivitas meskipun mendapat kecaman keras dari masyarakat.
Merespons fenomena ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyampaikan kecaman tegas. Ia meminta aparat penegak hukum dan pemerintah segera turun tangan untuk menindaklanjuti temuan ini.
“Ini sangat menjijikkan. Karenanya saya minta Polisi dan Komdigi telusuri dan tindak para pengelola maupun anggota grup kotor tersebut,” kata Sahroni dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip dari MetrotvNews, Jumat (16/5/2025).
