Baca Juga: ESDM Stop Izin Smelter Nikel Baru, Aktivitas Penambang 2026 Direm
Uji laboratorium dilakukan oleh Lemigas bersama Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM yang mencakup pengujian karakteristik bahan bakar, chassis dynamometer, filter clogging, serta uji stabilitas penyimpanan.
Eniya menjelaskan bahwa tahap awal uji coba juga melibatkan campuran bahan bakar solar dengan berbagai komposisi minyak kelapa sawit. Menurutnya, solar dengan kadar sulfur rendah lebih ideal digunakan dalam campuran tersebut.
Kementerian ESDM memperkirakan bahwa penerapan mandatori B50 pada tahun 2026 akan membutuhkan tambahan produksi FAME sekitar 4 juta kiloliter, dengan total kebutuhan biodiesel mencapai 19 hingga 20 juta kiloliter. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
