Kebijakan ini diumumkan bersamaan dengan mobilisasi besar-besaran pasukan cadangan oleh Pasukan Pertahanan Israel. Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel, Eyal Zamir, menyampaikan bahwa puluhan ribu pasukan tambahan dipanggil untuk memperbesar kekuatan operasi militer.
“Kami membutuhkan lebih banyak pasukan untuk meningkatkan tekanan terhadap Hamas dan menyelesaikan misi kami,” kata Eyal Zamir dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Ulama Internasional Ramai-ramai Keluarkan Fatwa Wajib Jihad Lawan Israel, Ini 15 Isi Dekritnya
Langkah ini diklaim sebagai bagian dari strategi Israel untuk mengalahkan kelompok Hamas dan membebaskan para sandera yang ditahan di Gaza.
Serangan balasan ini dimulai setelah insiden penyerangan yang dilakukan oleh Hamas pada Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di wilayah Israel dan mengakibatkan penculikan puluhan warga.
