Baca Juga: Asrun dan ADP Bebas 1 Maret, Wawali Kendari Siapkan Acara Penjemputan

“Pemberitaan Menag yang membandingkan dua hal tersebut sangat tidak tepat. Dalam penjelasan itu Gus Menteri memberi contoh sederhana, tidak dalam konteks membandingkan satu dengan lainnya, makanya beliau menyebut kata ‘misal’. Yang dimaksud Gus Yaqut adalah misalkan umat Muslim tinggal sebagai minoritas di kawasan tertentu, di mana masyarakatnya banyak memelihara anjing, pasti akan terganggu jika tidak ada toleransi dari tetangga yang memelihara,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag RI, Thobin Al Asyar dikutip dari situs resmi Kemenag. (C-Adv)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin