“Mungkin akan lebih tepat jika disebut sebagai penghargaan dari United Society Council melalui acara Listen to her Parole, yang didukung oleh Guila Clara Kessous, salah satu UNESCO Artist for Peace.”
Guila Clara Kessous sendiri dikenal sebagai seniman asal Prancis yang mendapatkan gelar UNESCO Artist for Peace pada tahun 2012. Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan advokasi, termasuk isu-isu perempuan dan perdamaian dunia.
Sejak pernyataan resmi UNESCO itu dirilis, publik pun mulai memahami bahwa penghargaan yang diterima Syahrini bukan berasal dari UNESCO secara langsung.
Namun, dukungan terhadap Syahrini tetap muncul di berbagai platform media sosial, mengingat popularitas dan eksistensinya di dunia hiburan Indonesia. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
