Sebanyak 196 kontak dekat telah dilacak dan dinyatakan negatif, menunjukkan outbreak ini terkendali. Meski begitu, virus ini tetap menjadi ancaman karena tidak ada vaksin atau pengobatan khusus yang disetujui.
Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1999 dan sering ditularkan dari kelelawar buah ke manusia melalui makanan terkontaminasi atau kontak langsung.
Baca Juga: Begini Kriteria Penerima Bansos BPNT 2026, Berikut Aturan dan Kuota hingga Besarannya
Gejalanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, kebingungan, hingga koma, dan bisa menular antarmanusia melalui droplet pernapasan atau kontak cairan tubuh, dilansir CNN Indonesia, Sabtu (31/12026).
