"Biasanya dilakukan itu saat menjelang Maghrib. Karena diyakini keluarga yang telah meninggal datang pada saat itu," ungkapnya, Kamis (29/6/2023). Dia menambahkan, di Pulau Binongko ada beberapa warga yang tidak meyakini tradisi ini.

Hu'u Sumanga di setiap acara juga biasa diletakkan di perempatan jalan. Foto: Wiwik Prihastiwi/Telisik

 

Alasan lainnya tradisi Hu'u Sumanga masih dilakukan hingga sekarang yaitu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena sebagai besar masyarakat di Wakatobi, khususnya di Pulau Binongko, masih mempercayai hal-hal gaib.

Baca Juga: Menyaksikan Keindahan Wisata Alam, Buatan, dan Budaya di Desa Barangka

Hu'u Sumanga di dalam rumah disajikan diatas loyang, berisikan berbagai menu yang dimasak saat itu. Foto: osc.medcom.id