Baca juga: COVID-19, Ajaran Puasa yang Revolusioner

Sedangkan sebanyak 158 pasien yang tidak menggunakan obat memiliki tingkat kematian hanya menyentuh angka 11,4 persen.

Olehnya itu, hasil dari penemuan fakta tersebut maka para peneliti menilai temuan ini menyoroti pentingnya menunggu hasil studi prospektif yang dilakukan secara acak dan terkontrol terhadap hydroxychloroquine yang digadang-gadang menjadi obat corona.

Selain itu, sebagaimana juga yang dilansir Kompas.com, peneliti juga melihat manfaat apakah penggunaan hydroxychloroquine atau kombinasi hydroxychloroquine dengan antibiotik azithromycin, memiliki efek pada pasien yang perlu menggunakan ventilator.

Sehingga dalam penelitian ini, dapat disimpulkan juga bahwa penggunaan hydroxychloroquine, baik dengan atau tanpa azitromisin (antibiotik), dapat mengurangi risiko penggunaan ventilator mekanik pada pasien COVID-19 di rumah sakit.