Otonom atau Mobilisasi
Transformasi PSI menjadi PSI Perorangan harus diakui berpotensi meningkatkan citra positif partai ini di mata publik dengan bersifat terbuka tersebut. Publik dapat melihatnya sebagai langkah progresif karena memberikan hak kepada seluruh kader untuk memilih pemimpin partai — sesuatu yang jarang diterapkan dalam partai politik lain, karena partai-partai politik lain umumnya yang memilih adalah KSB dari tingkatan hirarki kepartaian.
Hal ini dapat menciptakan perbandingan dan tekanan terhadap partai-partai lain yang masih mempertahankan sistem pemilihan ketua umum secara tertutup melalui struktur hierarkis partai. Utamanya yang akan terkena sindir dari perubahan perilaku PSI adalah PDIP, sebab PDIP ini dikelola dengan personalisasi politik berkarakter demokrasi terpimpin oleh Ketua umumnya Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: 100 Hari Pemerintahan, Kepuasan Bernilai Tinggi dengan Catatan
Sebagai partai dengan ideologi nasionalisme, PSI sering kali berupaya mengambil posisi yang berseberangan dengan PDIP. Dengan mendeklarasikan dirinya sebagai partai yang lebih demokratis, dengan cara pemilihan bersifat terbuka melalui seluruh kadernya, PSI bisa menciptakan opini bahwa sistem kepemimpinan dalam PDIP lebih otoriter dan kurang transparan.
