China mempermasalahkan dan bahkan mengenakan denda terhadap peta-peta yang dipublikasikan secara online yang tidak sejalan dengan klaim teritorialnya, seperti peta yang menghilangkan garis sembilan titik di Laut Cina Selatan, sebuah perbatasan yang tidak mendapat pengakuan internasional.

Selain itu, isu tidak disebutkannya nama Israel di peta online muncul di tengah meningkatnya sentimen antisemit di media sosial Tiongkok. Baru-baru ini, istilah "anti-Yahudi" mengalami peningkatan signifikan dalam penelusuran dan penyebutan di platform Tiongkok, WeChat.

Secara historis, persepsi orang China terhadap Yahudi pada umumnya positif. Namun, karena meningkatnya nasionalisme, ketidakpercayaan terhadap Barat, tantangan ekonomi, dan berkembangnya teori konspirasi online, pandangan-pandangan ini menjadi semakin negatif di platform media sosial ChiChina seperti dikutip dari Bisnis.com.

Baca Juga: Update Konflik Israel dan Palestina, Korban Tewas Palestina Tembus 8.525 Orang

Hubungan antara Israel dan China menjadi tegang selama perang berlangsung, setelah Kementerian Luar Negeri China menyerukan agar semua pihak berkonflik tenang, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, juga mengkritik tindakan Israel melampaui lebih dari sekadar membela diri di Gaza.