TOKYO, TELISIK.ID – Industri otomotif Jepang menghadapi tekanan besar setelah Amerika Serikat menerapkan tarif baru yang membebani ekspor kendaraan sejak April 2025.
Kebijakan ini memicu penurunan laba, mempersempit margin keuntungan, dan mengancam stabilitas sektor otomotif yang menjadi salah satu pilar ekonomi Jepang.
Tujuh produsen otomotif besar Jepang, yakni Toyota, Honda, Nissan, Mazda, Mitsubishi Motors, Subaru, dan Suzuki, melaporkan hasil keuangan paruh pertama tahun fiskal 2025 yang menunjukkan penurunan signifikan.
Berdasarkan laporan Nikkei, ketujuh perusahaan tersebut mencatatkan kerugian gabungan mencapai 1,5 triliun yen untuk periode April hingga September, yang sebagian besar disebabkan oleh beban tarif Amerika Serikat.
Baca Juga: Gelap Tanpa Listrik, Warga Gaza Bertahan Hidup di Tengah Reruntuhan Perang
