Sementara itu, lanjut Hadi, kelompok transportasi mengalami inflasi y-on-y sebesar 6,66 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil antara lain angkutan udara, bensin, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan mobil.

Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,07 persen. Kelompok tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,70 persen terhadap inflasi tahunan Sulawesi Tenggara.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Agustus 2026 antara lain emas perhiasan, angkutan udara, bensin, minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bahan bakar rumah tangga, telepon seluler, udang basah, ikan cakalang atau ikan sisik, serta uang kuliah akademi/perguruan tinggi.

Baca Juga: Pihak Tergugat Eksekusi Lahan di Kendari Tetap Melawan dan Tuntut Hasil Konstatering

Di sisi lain, sejumlah komoditas memberikan andil terhadap deflasi secara tahunan. Komoditas tersebut antara lain tomat, beras, bawang merah, cabai rawit, ikan bandeng atau ikan bolu, telur ayam ras, ikan teri, ikan gabus, dan ikan mujair.