Seperti anak seumurannya, sehari-hari sepulang dari sekolah Samuel belajar, bermain dan bercengkerama dengan teman sebayanya.
Baca Juga: Ketiduran di Kapal, Bocah Pedagang Nasi Asal Wangi-Wangi Terlantar di Kendari
Namun saat sore hari menjelang, waktunya untuk Samuel mulai bekerja. Dengan langkah kecilnya dia bergegas menuju kios milik tetangganya untuk mengambil botol minuman untuk dijual. Ia mulai berjualan pada pukul 17.00 hingga pukul 24.00 tengah malam.
Bermodal keranjang kecil berisi beberapa botol minuman yang digenggamnya, ia berjalan kaki dari Lapulu menuju Jembatan Teluk Kendari. Jarak yang cukup jauh membuat minuman yang baru diambil dari lemari es milik tetangganya menjadi tidak dingin lagi saat tiba di tempat tujuan.
Terkadang sesekali ia menyeka wajahnya yang dipenuhi keringat saat berjalan menawarkan minuman ke pengunjung yang berada di Jembatan Teluk Kendari.
