Tak lelah, Samuel berjalan mengitari jembatan untuk menawarkan dagangannya. Harga minuman yang dijualnya Rp 5.000 per botol.

Baca Juga: Di Kampung Halaman Menganyam Tikar, di Kota Kendari Jadi Pemulung

Apabila dagangannya sudah habis terjual, Samuel menyempatkan diri untuk duduk sejenak meluruskan kedua kaki kecilnya yang kelelahan akibat berjalan seharian.

Hasil penjualan kemudian disetor kepada tetangganya. Ia diberi upah Rp 5.000 apabila minuman yang dibawanya habis terjual.

Walaupun upah yang diterima Samuel tergolong kecil, namun Samuel nampak senang dengan hasil yang didapatnya. Tiap lembar uang Rp 5 ribuan hasil jerih payahnya ditabung untuk membeli sebuah handphone yang rencana akan digunakannya untuk belajar online. (A)