Baca Juga: Sebatang Kara Ditinggal Suami dan Anak, Nenek Ini Bertahan Hidup karena Sampah
Setiap pukul 04:00 subuh, ia memulai rutinitas berjualan. Dengan langkah kaki yang tak lagi sekuat dulu, ia menyusuri gang-gang sembari menawarkan sayurnya yang masih segar. Biasanya dia berjualan di sepanjang Jalan Malik Dua hingga Jalan Laute.
Ibu Raodah mengaku sudah ingin istirahat, tidak mampu lagi berjualan. Tangan keriputnya merapikan dagangan. Sangat nampak lelah di wajahnya yang berkeringat dan letih. Namun tak ada kata menyerah dalam hidupnya.
Perjuangan ibu lansia ini bukan sekedar mencari nafkah, tapi demi rasa cinta yang besar terhadap keluarganya. (C)
Penulis: Bambang Sutrisno
