Kemudian, yang ia tidak terima ketika dituding telah menggelapkan dana SPP mahasiswa dan disebut sebagai penyebab peringkat institusi kampus STAI Syarif Muhammad Raha tidak terakreditasi oleh BAN-PT.

Baca juga: Diterpa Gelombang Tinggi, Nelayan di NTT Selamat dari Maut

Baca juga: Vaksinasi Tak Jadi Syarat Ikut Tes, Namun Peserta CPNS Kolaka Wajib Lakukan Ini

"Tudingan-tudingan itu semua tidak berdasar. Saya mau mencoba untuk memberikan penjelasan, tapi tidak diberi kesempatan," ungkap Alim, Selasa (7/9/2021).

Dalam video keributan di kampus STAI Syarif Muhammad Raha yang terjadi, Senin (6/9/2021), Alim membeberkan, bila para mahasiswa akhir, kerap dibebankan untuk membayar uang skripsi sebesar Rp 2,5 juta. Praktek itulah yang salah satunya, ia akan coba hilangkan.