KENDARI, TELISIK.ID - Menulis buku merupakan aktivitas yang membutuhkan banyak energi. Bukan hanya tenaga dan waktu, tetapi juga pikiran dan bahkan materi.
Apalagi dalam menulis buku tidak hanya membutuhkan pengetahuan atau asumsi yang kita miliki, tetapi juga membutuhkan data-data nyata yang bisa dijadikan sarana untuk memperkuat argumen tulisan yang kita buat.
Oleh karena itu, terkadang kita memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk mengumpulkan data-data tersebut, baik melalui metode desk study ataupun melakukan wawancara langsung dengan narasumber. Kedua hal tersebut pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari proses pembuatan buku referensi.
Meski memerlukan persiapan yang cukup panjang dan banyak, sebenarnya ada beberapa keuntungan menulis buku yang bisa kita dapatkan.
Keuntungan menulis buku yang akan kita dapatkan tentu sebanding dengan pengorbanan dan kerja keras yang kita lakukan selama proses pembuatan buku yang kita tulis tersebut.
