KENDARI, TELISIK.ID – Beras menjadi komoditas bahan pokok utama yang paling dibutuhkan masyarakat Indonesia. Harga beras di beberapa daerah di Indonesia saat ini mengalami peningkatan karena pasokan yang menipis.

Seperti dikutip dari CNBC.com, pasokan cadangan beras pemerintah (CBP) di Indonesia saat ini hanya sebesar 680.000 ton yang tersedia dari idealnya 1,2-1,5 juta ton, hal itu memicu pemerintah untuk melakukan impor beras dari Pakistan, Vietnam, dan Thailand sebanyak 500.000 ton.

Kepala Perum Bulog Sulawesi Tenggara, Siti Mardati Saing mengatakan, Provinsi Sulawesi Tenggara tidak mendapat kuota dari jumlah pasokan beras yang diimpor tersebut. Hal itu kata Siti, karena pasokan beras dari petani lokal yang terbilang aman sebesar 9.890 ton.

Tahun ini Siti menargetkan jumlah cadangan beras di Sulawesi Tenggara bisa mencapai 30.000 ton, target ini sama seperti tahun 2022 lalu dengan realisasi penyerapan 85 persen atau 29.983 ton.

Baca Juga: 200 Ribu Ton Beras Impor Masuk Indonesia, Kesejahteraan Petani Terancam