KENDARI, TELISIK.ID - Saat berhubungan seks terasa seret karena alat vital wanita belum cukup basah untuk melakukan penetrasi, seringkali air liur digunakan sebagai pelumas agar Mr P tetap masuk.

Dilansir dari Suara.com-jaringan Telisik.id, air liur atau ludah dianggap tidak terlalu aman atau efektif untuk bekerja sebagai pelumas seks vaginal atau anal. Air liur dapat meningkatkan risiko menularkan atau menerima infeksi menular seksual.

Setiap IMS di tenggorokan atau mulut dapat ditularkan ke alat kelamin melalui air liur. Ini termasuk infeksi seperti herpes, gonore, klamidia, HPV, sifilis, dan trikomoniasis. Penting untuk dicatat bahwa infeksi ini dapat bersifat asimtomatik, sehingga seseorang yang mengalaminya mungkin tidak menyadari bahwa.

Baca Juga: 7 Tanda Tubuh Kurang Gerak yang Perlu Diwaspadai

Infeksi seperti herpes genital dapat ditularkan melalui kontak dengan air liur atau kulit di area mulut seseorang dengan infeksi herpes oral. Jadi jika seseorang atau pasangannya memiliki lesi herpes aktif dan kemudian menggunakan air liur untuk pelumasan saat berhubungan seks, mereka dapat menularkan herpes genital.