Baca juga: Hanya Orang Patah Pulpen Sebut Bupati Muna tak Membangun

Sejak resmi dibuka 12 Februari 2020, destinasi ini telah banyak didatangi pengunjung. Berdasarkan data, tercatat lebih dari 300 wisatawan yang mengunjungi lokasi ini. Guna keperluan biaya pemeliharaan dan kebersihan serta keamanan, pengelola memungut biaya setiap pengunjung sebesar Rp3000.

Namun sejak COVID-19 atau virus Corona ini menyerang Indonesia, tempat ini juga terpaksa harus ikut ditutup sementara. Pengelola destinasi, yang juga koordinator pengawasan pesisir Bone-Bone, Yusri Asura, mengatakan, penutupan sementara atau karantina lingkunga ini berdasarkan instruksi camat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu.

Baca juga: Cerita Kades Asal Konsel Ditangkap Polisi Hingga Bertemu Menteri Edhy Prabowo

"Insya Allah taman ini akan berkembang dengan sendiri jika beroperasi kembali," ungkap Yusri Asura, Minggu (05/04/2020).