Menurut Ketua DPRD Sumut dari Partai PDI Perjuangan ini mengakui, banyak yang mengeluh dan masyarakat juga kasihan dengan harga PCR yang relatif mahal.

"Sekarang kasihan kita, kadang-kadang orang dari Jakarta mau ke Medan, misalnya ada yang orang tuanya meninggal uangnya pas-pasan untuk ongkos. Tapi dia harus Swab PCR lagi, yang terkadang lebih mahal dari ongkosnya. Kan kasihan mereka karena PCR jadi memberatkan mereka," ungkapnya.

Selain itu, banyak warga Sumut yang mengadu kepada lembaga legislatif ini. Bahkan mereka juga sudah lama berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar harga test PCR tidak menjadi beban.

"Sudah lama kami ajukan itu, agar harga PCR itu lebih murah. Tapi baru kali ini mendapatkan respon dari pemerintah pusat. Selain itu, kalau bisa tidak usa lagi ada test PCR ini, karena warga sudah divaksin, ada juga aplikasi pelindungdiri. Jadi kami harapkan pemerintah bisa mendengarkan aspirasi dari masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Dibahas Sehari, Perubahan APBD Muna Dibawa ke Kemendagri