Rusia dilaporkan telah menerjunkan lebih dari 4.000 drone Piranha ke zona operasi militer khusus sejak Maret 2023. Jumlah yang besar ini bisa diwujudkan karena ongkos pembuatan yang murah. Sementara AS dilaporkan mengirim 31 tank M1 Abrams ke Ukraina.
Spesifikasi Drone Piranha
Drone Piranha dikembangkan oleh Bureau Desain Simbirsk di kota Ulyanovsk, Rusia. Piranha atau Piranya adalah drone kamikaze FPV (first-person view). Artinya, perangkat ini dilengkapi kamera yang secara nirkabel mentransmisikan feed video ke google, headset, perangkat seluler, atau perangkat lainnya.
Baca Juga: Bos Intel Israel Bongkar Dosa Netanyahu, Mahkamah Internasional Minta Israel Stop Genosida
Dengan demikian, operator memiliki pandangan orang pertama tentang lingkungan dimana drone terbang dan dapat mengambil video atau gambar diam.
