"Bangsa-bangsa di dunia yang berbahasa Inggris perlu mendengar tentang perjuangan kita. Mereka harus disadarkan bahkan ini bukan revolusi sosial dan pemerintahan kami bukan boneka Jepang," tulis Tantri.

Baca juga: Kisah Shinta Amalina Hazrati Havidz, Perempuan Indonesia Peraih Gelar Doktor Termuda di Perguruan Tinggi Tiongkok

Baca juga: Aditya Prayoga: Pedagang Sabun Pemilik 5 Rumah Makan Gratis dan ATM Beras

"Kau harus bertugas mengisahkan sejarah negara kami, begitu pula perjuangan kami selama empat puluh tahun yang lalu. Kau harus mengingatkan bangsa Inggris dan Amerika pada pidato-pidato para negarawan mereka yang diucapkan semasa perang, yang menjanjikan kemerdekaan semua bangsa di seluruh dunia," tulis Tantri di autobiografinya.

Di Radio Pemberontakan, Tantri juga bertemu dengan Bung Tomo.