Baca juga: Lemabaga Adat Tolaki Adalah Aset Bangsa

"Jadi nanti kalau ada rumah sakit yang penuh, pasiennya bisa dirawat di rumah sakit ini. Pelayanannya juga sama dengan rumah sakit pada umumnya. Terlebih di masa pandemi saat ini, dimana rumah sakit umum rata-rata merawat pasien COVID-19. Sehingga untuk menghindarkan pasien non COVID-19 dari potensi penularan, rumah sakit tipe D bisa jadi Alternatif," kata Sulkarnain.

Adapun untuk penganggarannya, kata Sulkarnain, yakni melalui peminjaman pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 146 miliar dengan jangka waktu pengembalian yang cukup ringan dan panjang sekitar sekitar 10 tahun.

"Sudah ditaksir, rumah sakit tipe D ini bisa memberikan sumbangan PAD sebesar Rp 20 miliar - Rp 35 miliar setiap tahun. Jadi, selain bisa memberikan pelayanan optimal ke masyarakat, hadirnya rumah sakit ini menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah," kata SUL sapaan akrab Sulkarnain.

Selanjutnya, untuk pembangunan jalan dan jembatan, kata Sul, masih melalui PT SMI dengan pembiayaan sekira Rp 203 miliar, pihaknya bakal membangun sebuah jalan alternatif yang menghubungkan Jalan MT Haryono (Praja II) dengan Jalan La Ode Hadi (Taman Kali Kadia) serta jalan yang menghubungkan Jalan ZA Sugiarto (belakang RSUD Kota Kendari) dengan Jalan MT Haryono (perempatan Kampus Baru UHO).