"Setiap tahun, pendudukan Israel berusaha mengganggu ibadah umat Muslim di Al-Aqsa, dan ini merupakan pelanggaran yang jelas terhadap kebebasan beribadah," ujarnya, dikutip dari Anadolu News.

Ekrima, yang juga menjabat sebagai kepala Komite Muslim Tinggi di Yerusalem, mendesak dunia Arab dan Islam untuk bersatu dalam menghadapi tekanan Israel terhadap Al-Aqsa.

Baca Juga: Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Israel Tunda Pembebasan 600 Tahanan Palestina

"Kami membutuhkan dukungan dari seluruh dunia Islam untuk melindungi tempat suci ini dari intervensi yang terus berlangsung," tegasnya.

Laporan dari penyiar publik Israel, KAN mengungkapkan, otoritas Israel tidak akan mengizinkan warga Palestina yang baru dibebaskan dari penjara untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa selama Ramadan. Keputusan ini menambah panjang daftar pembatasan yang diberlakukan terhadap warga Palestina di wilayah tersebut.