"Kalau aspirasi masyarakat masih banyak yang tidak menginginkan itu sebaiknya dipertimbangkan dulu," terang Rusda.
Baca juga: Sultra Bisa Rusuh Jika Masuk 500 TKA China
Menurut mantan Bupati Kolaka Utara (Kolut) dua periode itu, persoalan masuknya TKA di Sultra tidak menjadi masalah jika telah sesuai prosedur dan tidak membawa potensi penularan COVID-19, namun perlu lebih dulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Sultra khususnya di Kabupaten Konawe sebagai lokasi tujuan datangnya TKA dari Negeri Tirai Bambu itu.
"Forkopimda melihat dulu aspirasi masyarakat bagaimana," tambahnya.
Politisi Demokrat ini khawatir ada rekayasa dibalik persetujuan masuknya TKA. Pasalnya, dalam rapat bidang ketenagakerjaan di aula merah putih, rumah jabatan Gubernur Sultra, Sabtu (13/6/2020) lalu disebutkan, selain dihadiri oleh Forkopimda, rapat kerja bidang ketenagakerjaan tersebut juga dihadiri oleh tokoh agama, para rektor universitas se-Sultra serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sultra.
