"Saya merasa takut, apakah saya benar-benar sudah siap menyambut Ramadan dan menaati semua aturan yang ada di dalamnya? Bagaimana jika di tengah puasa, saya tak sengaja makan?," ungkapnya.

Pertanyaan ini muncul dan selalu ada yang baru setiap harinya. Ketakutan, kegelisahan, ketidakyakinan, membuat dirinya sedikit tidak siap menyambut Ramadan. Tapi, itu semua berubah saat Ramadan benar-benar tiba. Seluruh pertanyaan yang ada di otaknya terpecahkan satu per satu.

Sulit memang bagi Jo Indra Yulianto untuk membiasakan diri berpuasa seharian. Namun, itu terasa ringan jika dilakukan dengan penuh keyakinan pada Allah SWT.

Momen terberat baginya ialah jam-jam menuju berbuka puasa. Ia merasa sangat lelah, karena di Kendari menurutnya sangat panas dan untung saja di bulan Ramadan kali ini di Kota Kendari sedang musim hujan.

Baca juga: Terlibat Politik Praktis, ASN Muna dan Mubar Terbukti Langgar Netralitas