Saat itu Aminah dan ibunya tidak mampu membiayai rumah sakit, namun karena kebaikan salah seorang pengendara yang pernah Aminah bantu melap kaca mobilnya, mereka akhirnya terbantu.
Baca Juga: Ingin Beli Handphone untuk Belajar Online, Bocah Ini Rela Jualan Minuman Keliling
Penghasilan Aminah setiap harinya tidaklah seberapa, kadangkala satu pengendara mobil hanya memberinya uang sekitar Rp 2000. Namun usaha dan niat tulus yang dilakukan Aminah membuktikan, ia sangat menyayangi keluarganya.
Bagi aminah menjadi tukang lap kaca mobil di lampu merah bukanlah hal yang memalukan. Karena walau pun pekerjaan yang dilakukannya bisa dibilang pekerjaan yang sederhana dan umurnya yang masih belia tidak menyurutkan semangatnya untuk bisa ikut menjadi tulang punggung keluarga.
Aminah memiliki hati dengan niat yang tidak semua anak di usianya memilikinya.
