Setelah selesai, ia bersiap pulang. Perempuan itu terkejut dan bertanya alasan kepulangan tersebut. Syaikh Isa menjawab singkat, “Insyaallah, apa yang aku inginkan sudah tercapai.”
Sejak peristiwa tersebut, kegelisahan muncul dalam diri perempuan itu. Ia mengikuti Syaikh Isa, meminta bimbingan, dan menyatakan niat bertobat. Tidak lama kemudian, ia menikah dengan seorang laki-laki miskin dan memulai kehidupan baru. Pernikahan digelar sederhana; Syaikh Isa meminta para tamu menyiapkan bubur, sementara lauk ditanggung olehnya.
Kabar tobat itu sampai ke telinga penguasa setempat. Sang raja, yang disebut memiliki hubungan pertemanan lama dengan perempuan tersebut, mengirim dua botol arak sebagai bentuk sindiran.
Utusan kerajaan datang membawa pesan, “pihak kerajaan berbahagia atas apa yang telah Anda kerjakan.” Namun, ketika botol dibuka, isinya berubah menjadi madu dan minyak samin. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh utusan.
