Lebih lanjut, Galbi juga menyoroti belum adanya pemerataan pembangunan di wilayah Sabulakoa, meski daerah itu dikenal sebagai salah satu penyuplai utama sektor pertanian di Konawe Selatan.
“Kalau anggaran memang belum cukup, kami ingin ada pemerataan dulu. Kalau memang ada anggaran maintenance, kenapa jalan rusak seperti ini dibiarkan bertahun-tahun? Saya kira Sabulakoa penyuplai nomor satu di bidang pertanian, tetapi kenapa kami selalu dikesampingkan,” tegas Galbi, Selasa (26/5/2026).
Galbi menilai, pemerintah daerah seharusnya dapat melakukan penanganan melalui anggaran pemeliharaan rutin sebelum kerusakan jalan semakin parah dan menimbulkan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Irham Kalenggo, janji kampanye terkait pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi slogan politik, tetapi benar-benar direalisasikan.
Baca Juga: Nobar Film Pesta Babi di Wakatobi Sorot Galian C dan Keterbukaan Informasi
