Mencium dan memeluk anak dalam Islam juga dapat menjadi rahmat. Abu Hurairah berkata "Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium”. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak menyayangi maka ia tidak akan dirahmati.” (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318).

Hal ini menunjukan bahwa mencium dan memeluk anak dalam Islam merupakan sesuatu yang akan mendatangkan rahmat Allah.

Jika Allah menjadikan rasa rahmat dan kasih sayang dalam hati seseorang, maka itu merupakan pertanda bahwa dia akan dirahmati oleh Allah.

Rasulullah SAW juga menunjukkan kasih sayangnya yang dikisahkan oleh Anas Bin Malik, “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih sayang kepada anak-anak dari pada Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam. Putra Nabi (yang bernama) Ibrahim memiliki ibu susuan di daerah Awaali di kota Madinah. Maka Nabipun berangkat (ke rumah ibu susuan tersebut) dan kami bersama beliau. lalu beliau masuk ke dalam rumah yang ternyata dalam keadaan penuh asap. Suami Ibu susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Nabipun mengambil Ibrahim lalu menciumnya, lalu beliau kembali” (HR Muslim no 2316).

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Meludah Ternyata Ada Adabnya