Melansir amaljariah.org, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Bahwasanya seorang Mukmin wajib dicurahkan kepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun menzalimi dan menganggu kamu, dan seorang kafir wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat baik kepadamu.”
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Syakhul Islam Ibnu Taimiyah, marilah kita berlindung kepada Dzat yang membolak-balikkan hati, supaya hati kita dipatri dengan kecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Baca Juga: Agar Lisan Membawa Kita ke Surga, Ini Tipsnya
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Himar yang saat itu sedang minum khamr, maka dibawalah dia ke hadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, tiba-tiba sorang laki-laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia didatangkan ke hadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam keadaan mabuk.” Rasulullah bersabda: “janganlah engkau melaknatnya. Sesungguhnya dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya (Shohih Al-Bukhari kitab Al-Hudud).
Padahal dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadis nomor 4967 Rasulullah melaknat khamr, orang yang meminumnya, orang yang menjualnya, orang yang memerasnya dan orang yang minta diperaskan, orang yang membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya.
