MUNA, TELISIK.ID - Jasa penyeberangan dengan menggunakan perahu nelayan atau ketinting menjadi primadona di musim mudik dan arus balik lebaran. Para pemilik kapal raup cuan yang cukup besar di banding hari-hari biasanya.
Terlebih lagi, kapal berukuran 4 kali 18 meter dapat menampung 14 sepeda motor sekali jalan. Namun jangan salah, cuan besar itu tidak sepenuhnya untuk pemilik kapal karena harus dibagi lagi ke warga yang membantu mengangkat sepeda motor dari Pelabuhan Tampo dan juga Pelabuhan Lainea.
"Kami biasanya dapat mengantongi keuntungan bersih hingga Rp 10 juta per hari di musim mudik," kata Hermanto, salah satu pemilik kapal, saat diwawancarai oleh Telisik.id pada Selasa (27/4/2023).
Baca Juga: Arus Balik di Pelabuhan Feri Tampo Padat, Pemudik Pilih Menyeberang dengan Ketinting
Tiket untuk penyeberangan sepeda motor dengan ketinting dipatok sebesar Rp150.000 untuk satu kendaraan meski penumpangnya sendiri, sedangkan tiket kapal feri hanya Rp125.000 untuk sekali jalan. Sepeda motor para pemudik diangkut secara gotong royong oleh warga sekitar. Namun sebagian penumpang merasa khawatir karena baru pertama kali naik jasa tersebut.
