Nominal tersebut setara Rp 1,7 Triliun dengan kurs waktu itu. Diketahui, PT Gramarindo Group merupakan milik Maria dan Adrian Waworuntu.

Bantuan yang didapat PT Gramarindo Group diduga melibatkan orang dalam. Pasalnya, Bank BNI menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp.

Di mana, ke empat bank itu bukanlah bank korespondensi BNI. Baru pada Juni 2003, pihak Bank BNI curiga pada transaksi keuangan PT Gramarindo Group dan mulai melakukan penyelidikan. Hasilnya, Bank BNI mendapati perusahaan milik Maria dan Adrian tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Baca juga: Isap Ganja di Tengah Libur Kuliah, Dua Mahasiswa UMI Diciduk Polisi

Dugaan L/C fiktif inipun dilaporkan ke Mabes Polri. Namun, Maria sudah terbang ke Singapura pada September 2003.