Berbeda dengan Bumi, permukaan Bulan yang tidak memiliki atmosfer dan lempeng tektonik menyimpan catatan geologis purba tanpa gangguan, menjadikannya arsip alami bagi peristiwa tumbukan masa lalu.

Melalui analisis komposisi mineral dan isotop oksigen, tim peneliti memastikan bahwa fragmen tersebut berasal dari meteorit kaya air dan bahan organik, yang biasanya berasal dari bagian luar Tata Surya.  

Hasil ini mengindikasikan bahwa sistem Bumi–Bulan mungkin mengalami lebih banyak tumbukan meteorit karbon daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga: Paket Sanksi ke-19 Resmi Berlaku, Uni Eropa Setop Gas Rusia Lebih Cepat dari Jadwal

Menurut Lin Mang, salah satu peneliti utama, temuan ini berpotensi menjelaskan asal usul air di permukaan Bulan serta menunjukkan adanya pergerakan material dari Tata Surya bagian luar menuju bagian dalam.