Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan kelompok milisi Hizbullah dan fasilitas persenjataannya. Sebagai balasan, Hizbullah meluncurkan rudal ke arah pangkalan udara Israel serta menyerang fasilitas angkatan laut dengan menggunakan drone.

Kondisi semakin memanas ketika Hizbullah meluncurkan lebih dari 100 roket ke wilayah utara Israel pada Minggu (22/9/2024), sebagai respons atas serangan udara Israel yang menewaskan seorang komandan militer Hizbullah di Beirut.

Situasi semakin genting setelah terjadi ledakan ribuan perangkat elektronik di berbagai wilayah Lebanon yang menewaskan 39 orang dan melukai hampir 3.000 lainnya.

Hizbullah menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut, namun Israel memilih bungkam. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, mengecam keras serangan Israel yang telah menewaskan banyak anak-anak dan warga sipil lainnya.

Baca Juga: DPR Sebut Anggaran Pilkada Ulang dari Kekalahan Lawan Kotak Kosong Masih Tanggung Jawab APBN