Menurutnya, perusahaan akan lebih cenderung menggunakan tenaga kerja lepas dan freelancer karena dinilai lebih efisien dalam mengurangi risiko ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Distop di Era Megawati-SBY, Kran Ekspor Pasir Laut Kembali Dibuka Jokowi: Beda Loh Itu Sedimen
Jokowi juga menambahkan bahwa kecenderungan perusahaan untuk memilih pekerja dengan kontrak jangka pendek dapat mengabaikan hak-hak dasar mereka.
Kesejahteraan pekerja tidak hanya harus diperhatikan dalam jangka pendek, tetapi juga dalam jangka panjang, sehingga para pekerja tetap terlindungi oleh berbagai kebijakan dan regulasi ketenagakerjaan.
Dalam praktiknya, salah satu contoh nyata dari sistem gig economy ini adalah pengemudi ojek online seperti Gojek dan Grab. Perusahaan sering kali menyebut pengemudi mereka sebagai mitra, bukan sebagai karyawan.
