Oktovina meninggalkan lokasi suku Mairasi bawah di tahun 2006, sebelumnya ia mendapati sejumlah persalinan yang berakhir kematian karena kesalahan penanganan. “Ini terjadi pada ibu muda dengan bayi pertama. Karena proses melahirkan tak berjalan lancar, ia di urut paksa. Atau misalnya, pintu bukaan di sobek sehingga perdarahan,” jelasnya.
Baca juga: Pesan Foto Wisuda ala Kaleng Khong Guan
Suku Mairasi
Suku bangsa Mairasi atau yang berarti asli adalah suku pedalaman yang hidup berpindah-pindah, dengan populasi sekitar 3000 jiwa. Suku Mairasi bisa menempuh perjalanan ratusan kilometer hanya untuk menemukan wilayah baru. Setelah pergantian abad kegelapan ke era misionaris Kristen di Papua, suku Mairasi mulai mendiami Teluk Arguni hingga ke Teluk Triton dan Teluk Wondama di daerah leher burung Papua.
Meskipun memeluk Kristen, namun warga suku Mairasi tetap mempertahankan adat secara konsisten. Adat melingkupi mereka mulai kelahiran, pernikahan, bermasyarakat hingga kematian.
