Namun, belakangan ini, ia menghadapi tantangan baru yang datang seiring dengan perkembangan teknologi. Banyak pelanggan KFC yang kini lebih memilih pembayaran digital, seperti QRIS atau kartu debit, daripada menggunakan uang tunai.
Hal ini berdampak pada pendapatan Syahrul karena banyak pelanggan yang tidak membayar jasanya sebagai juru parkir.
“Zaman sekarang banyak orang yang tidak membawa uang cash. Mereka lebih sering pakai QRIS atau debit, dan terkadang mereka tidak membayar parkir di pintu keluar,” ujar Syahrul, dengan nada pasrah.
Keadaan ini membuatnya harus lebih bersabar karena pembayaran yang biasanya ia terima tidak selalu datang. Meski begitu, Syahrul tetap menjalani pekerjaannya dengan ikhlas.
Baca Juga: Perjuangan Wanita Pemulung di Kendari: Semangat yang Tak Pernah Luntur
