"Secara teknis seharusnya arah bloknya ke Utara, sementara di sana arahnya ke Selatan. Panjangnya juga hanya sekitar 30 meter, harusnya minimal 50 meter baru dibelokkan," katanya.
"Material yang digunakan juga tidak sesuai, harusnya pake batu besar, sehingga ketika gelombang datang tidak bergeser tapi memecah," sambungnya.
Walaupun tidak tersedianya anggaran pembangunan tambat labu tahun ini, namun Kadis Perikanan menginginkan kesadaran pihak kontraktor pembangunan bandara untuk bersama-sama memikirkan nasib nelayan di Desa Lametuna.
"Kita tidak usah berhitung untung rugi, tapi kita bicara aspek sosial dan kemanusiaan. Dengan begitu, pihak kontraktor dan Pemkab sharing untuk anggaran perbaikannya," ucapnya.
Baca Juga: APH Diminta Bergerak, PPK Pengadaan Bibit Rumput Laut di Busel Bantah Ada Kecurangan
