Partai “Seumur Jagung” Krisis Kader
Strategi politik PSI pada dasarnya tidak memberikan pendidikan politik. Partai yang mengaku mengusung kebaruan dalam berpolitik, ternyata ide-ide segarnya hanya seumur jagung semata, bahkan partai ini sudah krisis kader.
PSI dengan mendompleng Kaesang, menunjukkan PSI sudah “kurang darah” dalam berorganisasi. Akhirnya, PSI tak malu lagi menampilkan politik pragmatis yang “kotor,” ia mendompleng popularitas seseorang tanpa adanya pertanggungjawaban kepada publik.
Baca Juga: Ketidakmungkinan Empat Poros Koalisi di Pilpres 2024
PSI semestinya menyadari sebagai partai politik, PSI tidak semestinya memberikan harapan palsu kepada masyarakat, kecuali misalnya, PSI telah menjadikan Kaesang sebagai kadernya tentunya disertai memberikan jabatan politik yang potensial.
