Ketiga tumbukkulamba, yakni biji jagung terlebih dahulu ditumbuk. Menggunakan lesung kayu. Ditumbuk hingga biji jagung bersih. Kemudian ditanak menggunakan belanga yang terbuat dari tanah liat. Dalam bahasa Wakatobi ragam Tomia dinamakan kekeru.
Keempat jabbari, biji jagung muda dilepeskan. Kemudian dimasak dengan air santan. Ketika matang nampak seperti masakan ure. Hanya teksturnya beda. Masakan jabbari, ini biasanya diadakan oleh muda mudi. Muda mudi yang lagi kasmaran.
Baca Juga : Pojulu Julu Sebuah Kearifan Lokal Wakatobi
Fungsi penggilingan atau dalam bahasa lokal dinamakan kagili'a adalah alat untuk memecahkan jagung dalam ukuran mirip biji beras. Setelah digiling kemudian di tanak. Kuliner ini dalam bahasa lokal dinamakan ure. Masakan ini akan lebih nikmat ketika dimasak dengan santan kelapa.
Dalam perkembangannya, jagung giling dapat dimasak campur beras dengan perbandingan 2/3 jagung giling dan 1/3 nya beras. Dinamakan nasi jagung. Namun menanak jagung giling dengan beras butuh keterampilan dan ketelitian sehingga matangnya merata. Sebab jika tidak teliti, bisa terjadi berasnya matang tapi biji jagung gilingnya tak matang.
