KENDARI, TELISIK.ID - Siang itu panas matahari menyengat kulit, seorang Kakek nampak berteduh di bawah pohon pinggir jalan dengan raut wajah lemas. Ia menoleh gerobak sampah yang masih kosong. Dengan baju yang sudah kusam dan sobek, sambil sesekali mengusap wajah yang penuh keringat.
Ia adalah Daeng Kuba (80), Warga Jalan Kancil, Andonoho, Kota Kendari. Kakek yang seharusnya di umur yang sudah tidak terbilang muda lagi. Harus bekerja keras untuk menyambung hidup dengan mengumpulkan barang bekas.
Daeng Kuba tinggal di kos-kosan dengan istri yang dikontrak Rp 500.000 per bulan. Di kos-kosan yang kecil, Kakek Kuba hanya tinggal berdua dengan istri tercinta, di karenakan ia tidak memiliki anak kandung. Iya hanya memiliki anak tiri namun keduanya sudah berkeluarga.
Baca Juga: Tinggal di Gubuk Bocor, Kakek 70 Tahun Ini Bertahan Hidup dari Sampah
Baca Juga: Ibu Tina, Memulung Rezeki dari Bak Sampah
