Penghasilannya tidak selalu besar, kadang hanya sekitar 100 ribu rupiah dalam sehari, tapi La Lifou tetap bersyukur.

Baca Juga: Cerita Pemulung di Kendari: Berjuang di Tengah Hiruk-Pikuk Kota

Baginya, setiap hari adalah anugerah, dan ia tetap bersemangat menjalani pekerjaan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya selama bertahun-tahun.

Salah seorang pelanggan, Deby, mengungkapkan bahwa ia sering mendengar teriakan kakek La Lifou menawarkan jagung rebusnya setiap pagi dan siang.

Deby mengaku iba ketika melihat La Lifou berjalan perlahan sambil membawa dagangannya dengan beban yang tidak ringan.