Baca Juga: Mendagri Tito Batal Rapat Bersama DPR Terkait Penetapan Jadwal Pemilu 2024
“Tentu saja kejadian itu sangat mengkhawatirkan kita semua, karena apa? Karena Presiden Jokowi mencanangkan percepatan pembangunan di tiga fokus utama yaitu infrastruktur salah satunya,” pungkasnya.
Selain itu, Alexander mengungkapkan khusus pembangunan infrastruktur memang mengalami peningkatan setiap tahun yang dimuat dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Kalau kita lihat tahun 2019, anggaran yang dialokasikan untuk infrastruktur di PUPR saja mencapai Rp 119 triliun. Tahun 2020 dikucurkan dana Rp 120 triliun dan tahun 2021 mencapai Rp 150 triliun dengan realisasi anggaran rata-rata mencapai Rp 87 triliun,” ungkap dia.
“Oleh karena itu, dengan adanya korupsi dan kolusi pada pengadaan infrastruktur dan jasa maka percepatan pembangunan yang diharapkan, menjadi tidak optimal dan tentu saja itu akan berdampak pada kualitas pekerjaan yang diadakan,” sambungnya. (C)
