MUNA, TELISIK.ID - Sejumlah figur-figur Bakal Calon (Balon) Bupati Muna mulai bermunculan menjelang Pilkada 2020 mendatang. Bahkan, mereka telah mendaftarkan diri di sejumlah Partai Politik (Parpol) pemilik kursi di DPRD demi bertarung melawan petahana, LM Rusman Emba dengan membawa panji perubahan.

Lihat Juga:  Polisi Tangkap Tersangka Penggelapan 13 Mobil Rental di Kendari

Politisi PDIP, Mahmud pun angkat bicara dengan banyaknya figur yang tertarik dengan Pilkada Muna. Katanya, sebagai warga negara, itu sah-sah saja. Namun, bicara perubahan, dari segi mana dan apa yang mau dirubah. Justru, bila terjadi pergantian kepala daerah, pembangunan yang sudah diletakan sebelum-sebelumnya akan terbengkali.

Kenapa? Otomatis kepala daerah baru tidak akan melanjutkan, karena punya program tersendiri. Itupun dipastikan tidak akan tuntas selama satu periode. Tentunya, masyarakat yang akan rugi. Sehingga ketika musim politik tiba lagi, munculah mosi tidak percaya terhadap kepala daerah.

Untuk membangun satu daerah, menurutnya sangat mustahil hanya dapat diselesaikan satu periode. Apalagi, dengan kondisi keuangan yang terbatas. Olehnya itu, harus dua periode. Seperti, kala Ridwan Bae memimpin Bumi Sowite. Banyak bangunan monumental yang ditinggalkan Wakil Ketua Komisi V DPR-RI itu dan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Contoh kecilnya saja, Sarana Olah Raha (SOR) La Ode Pandu.