Uniawati berharap, peserta program BIPA Konawe bisa mengikuti program tersebut dengan serius. Nantinya, peserta diharapkan bisa menjadi penerus informasi kepada pihak lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Suryadi berharap program BIPA di Konawe bisa memberikan manfaat dan berdampak pada lingkungan sosial. Menurutnya, roh dari kegiatan ini adalah tindak lanjutnya.
“Harus ada kegiatan konkret, baik itu kerja sama dengan Pemda, pemangku kepentingan dan perusahaan swasta,” terangnya.
Baca Juga: Kedapatan Miliki Sabu Pria di Konawe Ditangkap Polisi
Suryadi mengungkapkan, saat ini Konawe punya tantangan perihal bahasa Indonesia. Di Kecamatan Morosi, tempat smelter Nikel, terdapat banyak tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok. Menurutnya, di tempat itu perlu dimaksimalkan program BIPA.
